Pesawat Boeing 747

Boeing 747, juga dikenal sebagai Jumbo Jet, adalah pesawat penumpang terbesar kedua saat ini, setelah pesawat A380 beroperasi pada akhir Oktober 2007.

alamat photo mbjh.jpg

Halaman depan Kantor

Komplek Perkantoran Ruko Soekarno Hatta Indah A/16 Malang

Didalam Bandara

puluhan orang mengantri tiket pesawat

kelas photo Untitled-2-1.jpg

Ruang Kelas Siswa

Ruang Kelas tersedia 20 Bangku untuk para siswa

Ruang penumpang

Ruang penumpang yang ada pada pesawat Boeing 747

Thursday, May 2, 2013

Rekrutmen Pramugari Garuda Indonesia


Pada tahun ini, Garuda Indonesia akan mendatangkan sebanyak 24 pesawat, terdiri dari 4 Boeing 777-300 ER, 3 Airbus A330, 10 Boeing 737-800NG, dan 7 Bombardier CRJ1000 NextGen. Sesuai dengan program Quantum Leap 2011 - 2015, maka pada tahun 2015 mendatang Garuda akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat dengan rata-rata usia di bawah 5 tahun, dari saat ini sebanyak 106 pesawat dengan rata-rata usia 5,8 tahun.

Seiring dengan penambahan armada baru, maka Garuda Indonesia membuka kesempatan bagi Anda untuk bergabung menjadi Awak Kabin (Pramugari) Garuda Indonesia.

Daftar kesempatan kerja yang tersedia di Garuda Indonesia :

# Position Date Posted Application Deadline
1.PRAMUGARI REKRUTMEN JAKARTA (JUN 2013)2 May 201330 May 2013
2.Sekretaris30 April 201312 May 2013
3.PRAMUGARI REKRUTMEN LOMBOK (JUL 2013)20 March 201330 June 2013
4.PRAMUGARI REKRUTMEN GORONTALO (JUN 2013)20 March 201323 June 2013
5.PRAMUGARI REKRUTMEN MANADO (JUN 2013)20 March 201316 June 2013
6.PRAMUGARI REKRUTMEN PONTIANAK (JUN 2013)20 March 20139 June 2013
7.PRAMUGARI REKRUTMEN PALEMBANG (JUNI 2013)20 March 20132 June 2013
8.PRAMUGARI REKRUTMEN YOGYAKARTA (MEI 2013)20 March 201326 May 2013
9.PRAMUGARI REKRUTMEN PEKANBARU (MEI 2013)20 March 201319 May 2013
10.PRAMUGARI REKRUTMEN SEMARANG (MEI 2013)20 March 201312 May 2013
11.PRAMUGARI REKRUTMEN MAKASSAR (MEI 2013)20 March 20135 May 2013
12.INFORMASI AWAK KABIN HAJI 20135 February 201331 December 2013
13.EXPERIENCED PILOT VACANCY28 October 201231 October 2013

Sunday, April 21, 2013

Coboy Junior Gelar Rekor Konser di Pesawat Sriwijaya Air

Empat anggota boy band Coboy Junior menggelar konser di atas pesawat terbang Sriwijaya Air, Sabtu (20/4/2013).
 
Ini menjadi rekor konser yang digelar oleh Kartu As Telkomsel.
Konser dalam penerbangan di atas ketinggian 10.000 meter dari Jakarta menuju Balikpapan  tersebut menjadi pembuka road show konser Coboy Junior di 30 kota besar di Indonesia bersama Kartu AS.
Dalam konser tersebut, grup empat remaja yang digawangi oleh Aldi, Bastian, Iqbaal dan Rizky ini sempat menyanyikan sejumlah lagu antara lain, "Kamu" dan "Fight".
Dengan diiringi oleh musik akustik, keempatnya lancar menyanyikan lagu sambil berjingkrak-jungkrak di atas pesawat. Head of Marketing Communication Group Telkomsel, Irlamsyah Syam mengatakan, Telkomsel antusias dengan pagelaran.
"Konser di atas udara dengan pesawat Boeing 737-800 NG ini sangat spektakuler, karena dilakukan di atas ketinggian 30.000 kaki. Coboy Junior sangat tepat sebagai representasi semangat kaum muda pengguna Kartu AS," ujar Irlamsyah.
Dalam kesempatan tersebut Coboy Junior juga merilis buku yang bercerita tentang perjalanan karir Coboy Junior yang dalam waktu singkat mampu membius dan dicintai tidak hanya oleh anak-anak, namun juga merasuk ke orang dewasa.
Launching buku ini juga menjadi rekor tersendiri karena mampu menciptaakan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) yaitu launching buku di atas ketinggian 30.000 kaki.

Sumber : tribunnews.com

Wednesday, April 17, 2013

CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.

“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”

“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”

“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.

“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

***

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!

2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………

3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

***
Cerita itu saya kutip dari notes facebook disini, sebuah renungan yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita. Betapa menyedihkan sebuah bangsa yang tak pernah menghargai orang berilmu! Tak pernah memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menjadikan bangsanya mandiri! Entah ada apa dengan negara ini…! Entah dimana mata dan telinga para penguasa diletakkan!

Saya seorang peneliti, yang tahu betul bagaimana kami dilatih untuk bertindak. Bahwa kami harus melakukan segala macam upaya agar output yang dihasilkan adalah output yang QCD!

Tak sekali dua kali proposal yang sudah kami susun berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengalami pernyempurnaan di segala sisi? Tak sekali dua kali para evaluator selalu menjadi pendamping kami dalam melaksanakan serangkaian percobaan.

Tak sedikit pikiran dan tenaga kami habis untuk bagaimana selalu menyempurnakan metode hingga output tercapai. Kami juga kadang tak berontak saat kerja bertahun-tahun tapi gaji yang kami dapat hanya setara dengan goyangan ngebor Inul satu jam! dan yang lebih menyedihkan, karya kami hanya mendapat cibiran, jika tidak akhirnya dipinggirkan!

Entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini! sepertinya posisi orang berilmu memang sudah tak lagi mendapat tempat, jadi siapa yang salah jika akhirnya mereka mencari tempat lain?

Dan saya perempuan, dan seorang muslimah. Maka apapun profesi saya, saya tetaplah muslimah dan perempuan. Seseorang yang mendapat kehormatan dan kemuliaan menjadi seorang Ummu warobatul bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur rumah tangga.

Maka jika aktivitas dan profesi yang kutekuni menjadikanku abai terhadap peranku, aku akan meninggalkannya dan memilih tempat yang lebih memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga. Bukan seorang Ibu semu, yang hanya berperan melahirkan dan memberi makan, tanpa pernah menjadi teladan, pengajar, pendengar dan teman untuk anak-anaknya…

Dan entah apa yang ada di benak para penguasa negeri ini, jika RUU Kesetaraan Gender lalu diketok palu menjadi UU!… bersiaplah menjadi orang-orang yang menggoreskan catatan sedih, dengan kebijakan negeri ini…

***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Sumber : Facebook

Monday, April 15, 2013

Ganti Rugi Penumpang Lion Air yang Jatuh di Bali



PT Lion Mentari Airlines akan mengganti kerugian korban Pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG Bandung-Denpasar yang gagal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali pada Sabtu, 13 April 2013 lalu. "Lion Air akan mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan No.77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara," kata Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan di kantornya, Senin, 15 April 2013, pukul.14.00.
Peraturan tersebut telah diperbaharui dengan Peraturan Menteri nomor 92 Tahun 2011. Peraturan Menteri mengatur penggantian kepada penumpang terkait ketentuan bila terjadi kecelakaan, kerusakan, kehilangan, dan barang bagasi yang hilang.
Untuk penumpang luka-luka dan harus menjalani perawatan di RS atau di klinik baik rawat jalan maupun inap, berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 77 Tahun 2011, berhak mendapatkan ganti rugi hingga maksimal Rp 200 juta per penumpang. Kemudian kerusakan bagasi diganti kerugiannya Rp. 200 ribu per kilo dan maksimal Rp 4 juta. 
"Lion Air juga bertanggung jawab untuk membiayai penumpanghingga sampai di rumah masing-masing," Mangindaan menjelaskan. Hingga kini Lion Air belum dapat dikonfirmasi mengenai jumlah ganti rugi tersebut.
Pesawat Boeing 737-800 yang jatuh di perairan Bali mengangkut 101 penumpang, yang terdiri dari 56 laki-laki, 39 perempuan, 5 anak-anak, dan 1 bayi serta 7 awak kapal, 2 pilot dan 5 awak kabin. Tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan pesawat yang dipiloti Ghozali ini.

Sumber : Tempo.co

Saturday, April 13, 2013

Pesawat Lion Air yang Jatuh di Laut Bali


Pesawat Lion Air jurusan Bandung-Denpasar jatuh di laut dekat Bandara Ngurah Rai Bali. Pesawat patah dan semua penumpang selamat.

Dari foto yang didapatkan detikcom, pesawat berada di pinggir laut. Sejumlah orang berkerumun, mengevakuasi penumpang.

Badan masih terlihat utuh, namun bagian belakang tampak patah. Kokpit pilot atau bagian depan sedikit terangkat akibat patahanya bagian itu.

Separuh badan pesawat berada di air. Sementara sayap dan bagian depan terlihat di atas air.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.35 Wita, Sabtu (14/4/2013). Pesawat rencananya hendak mendarat di runaway tapi entah bagaimana bisa mendarat di laut. Belum diketahui penyebab kejadian ini.


Sumber : DetikNews

Wednesday, March 13, 2013


Di balik senyum manis dan wajah cantik pramugari yang melayani Anda di pesawat, tahukah Anda beratnya pekerjan mereka? Artikel ini mungkin akan membuat Anda lebih menghargai profesi pramugari.

Untuk Anda yang pernah mencicipi asyiknya duduk di bangku pesawat, pasti pernah pula dilayani oleh pramugari manis. Dengan sabar mereka selalu tersenyum ke setiap penumpang yang akan bepergian dengan pesawat, sejak pertama kali masuk hingga keluar pesawat.

Mungkin sebagian orang berpikir ini adalah pekerjaan yang mudah, nyatanya tidak. Untuk menjadi seorang pramugari, sejumlah syarat yang sulit harus dipenuhi, seperti tidak berkacamata dan tidak boleh berkeringat. Tapi yang pasti, seorang pramugari harus selalu tersenyum dan mampu mengangkat beban hingga 28 kg.

1. Make-up adalah segalanya

Bukan rahasia lagi kalau untuk menjadi seorang pramugari, seorang wanita harus tampil menarik dan cantik. Beberapa maskapai malah menjadikan penampilan yang menarik sebagai kunci utama.

Pramugari harus menggunakan make up yang agak tebal agar terlihat gemerlap, dengan warna eyeshadow yang cukup mencolok. Anda bisa menggunakan eyeshadow berwarna biru, pink, merah terang, atau ungu. Eits, jangan lupa untuk menggunakan memotong kuku, dan pastikan kulit tangan tidak bersisik. Yang pasti, kulit harus selalu mengkilap dan jerawat harus benar-benar tertutup tidak terlihat.

2. Tak boleh berkeringat!

Punya keringat berlebihan? Mungkin Anda akan sulit untuk bisa menjadi pramugari. Seorang pramugari harus selalu segar dan tidak berkeringat, terutama di bagian ketiak. Malah, untuk penerbangan ke Selandia Baru, seorang pramugari harus mengenakan bantalan keringat di ketiaknya.

3. Sehat dan kuat

Tampaknya, memiliki tubuh yang sehat dan kuat adalah salah satu syarat seorang wanita yang ingin menjadi pramugari. Sebut saja Qantas, maskapai ini menjadikan sehat dan kuat sebagai syarat utama menjadi anggota kabin pesawatnya.

Untuk memenuhi syarat itu, calon pramugari pun diberi sejumlah pelatihan, seperti membuka dan mengangkat pintu jendela darurat seberat 28 kg, dan juga berenang sejauh 50 meter dengan seragam lengkap. Seorang pramugari juga dituntut memiliki sistem imun yang kuat, agar tidak mudah sakit setelah perjalanan jauh.

4. Bulu hidung, nggak banget

Untuk pramugari pria, bulu hidung dan kuping harus dipangkas dan tidak boleh terlihat. Ia juga harus rutin membersihkan kulit agar selalu tampak bersih, serta mencukur anak rambut di leher.

Khusus pilot, memelihara janggut adalah hal yang dilarang demi alasan keamanan. Jika ingin memelihara kumis, diperbolehkan dengan jarak 1,5 cm dari sudut bibir. Intinya, bibir pilot harus terlihat sempurna, tidak boleh tertutup.

5. Menghindari makan bawang

Memiliki aroma yang wangi adalah keharusan bagi seorang pramugari. Jadi, mereka harus menggunakan parfum setiap saat dan menghindari mengonsumsi makanan mengandung bawang.

"Jika sedang bertugas, mereka harus menggunakan penyegar mulut atau permen agar napas selalu segar," kata seorang reporter CNNGo seperti yang ditulis News Australia.

6. Tidak berkacamata

"Tidak berkacamata. Anda harus memiliki surat keterangan dari dokter yang mengatakan kalau Anda tidak perlu menggunakan lensa kontak atau kacamata. Tapi Anda harus menggunakan banyak maskara," kata seorang perekrut pramugari kepada CNNGo.

7. Menghormati seragam

Seorang pramugari dan penulis Heather Poole ingat bagaimana seorang awak pesawat dipecat karena sweater seragamnya diikat di pinggang. Seragam amat penting dalam tugas pramugari, jadi tidak boleh dipakai seenaknya. Bentuk dan warna seragam menentukan senioritas si pramugari.

8. Warna rambut

Untuk warna rambut, beberapa maskapai menentukan sendiri apa warna rambut pramugarinya. Contohnya Qantas, kru kabin maskapai ini diharuskan berwarna gelap dan digelung.

9. Tidak mudah panik

Seorang pramugari diharapkan bisa memberikan sikap tenang dan menenangkan penumpang dalam kondisi apapun.

10. Tinggi dan berat

Untuk menjadi seorang pramugari Qantas, Anda harus memiliki tinggi antara 163 dan 183 cm. Tidak ada ukuran pasti berapa lingkar pinggang seorang awak kabin, yang penting berat badan proposional dengan tinggi.

Hal lain yang tak kalah penting jika ingin menjadi pramugari adalah Anda harus bisa duduk di bangku khusus pramugari tanpa sabuk pengaman. Tubuh Anda juga harus bisa muat melalui jendela darurat.

11. Jangan menggunakan aksesori yang mengkilap

Biasanya, seorang pramugari senang menggunakan aksesori untuk mempercantik penampilannya. Namun, jangan menggunakan yang terlalu mengkilap karena mencolok perhatian.

12. Berpenampilan wajar

Secara umum, pemohon yang ingin menjadi pramugari tidak boleh memiliki tato di bagian tubuh yang kemungkinan terlihat. Tindikan atau gaya rambut yang tidak biasa, juga tidak diperbolehkan.

13. Jangan jorok

Seorang pramugari Qantas harus menyadari betapa pentingnya kebersihan, dan kabin pesawat harus dijaga kebersihan. "Semua kabin harus bersih dan segar bagi penumpang kami."

14. Bersikap baik dengan penumpang

Salah satu tugas pramugari adalah memberikan perhatian penuh dengan penumpang. Mereka harus bertanya apa saja kebutuhan penumpang bersikap sopan.


Sumber : Detik.com

Sunday, March 3, 2013

Pramugari Sukhoi SSJ 100: Pesawat Ini Cantik Sekali


Pesawat terbang Shukoi Super Jet (SSJ) 100 tidak lama lagi akan terbang di langit Indonesia. Dalam penerbangan perdana yang diikuti oleh kru PT Sky Avitiation kemarin, pesawat buatan Rusia itu menuai banyak pujian.

Direktur Utama PT Sky Avitiation Krisman Tarigan, sebelum pesawat tersebut diluncurkan ke publik, dirinya mengajak terbang semua karyawan yang akan terlibat dalam operasional SSJ 100.

Menurut Krisman, penerbangan menggunakan SSJ 100 tersebut menuai banyak pujian dari karyawan, seperti pilot dan pramugari. Para awak pesawat ini mengklaim banyak keunggulan yang dimiliki SSJ 100 dibandingkan pesawat lain.

Meniru ucapan pilot, Krisman mengklaim pesawat SSJ 100 ini tergolong canggih, kokpit nyaman, serta suara mesinnya senyap. Peswat ini diklaim mampu mengirit bahan bakar 40% dari pesawat jet lain. Sukhoi SSJ 100 juga bisa terbang di landasan dengan panjang kurang dari 200 Meter.

"Pilot kami mengusulkan bisa terbang di kabupaten. Selain itu Pesawat ini bisa terbang diatas. 40 fett ini sama degan Airbus. Kargonya dapat mengangkut barang hingga 5 Ton," kata Krisman, saat menghadiri Konfrensi Pers, di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Kamis (28/2/2013).

Selain Pilot, Krisman mengaku sempat meminta pendapat tentang SSJ 100 kepada salah seorang pramugarinya. Menurut awak pesawat ini, lorong SSJ 100 cukup luas, sehingga para pramugari bisa bertugas mendorong troli tanpa perlu mencari celah ketika berhadapan dengan penumpang yang juga berjalan di lorong.

"Saya tanya sama pramugari, menurut pramugari tersebut pesawat ini cantik sekali, pesawat ini lorongnya lebar, sehingga ketika kami bekerja mendorong troli tidak pelu penumpang lain parkir terlebih dahulu di kursi orang lain," ungkap Krisman.

Sebagai Informasi, PT Sky Aviation merupakan maskapai penerbangan pertama di Asia Tenggara yang menggunakan SSJ 100. Kedatangan pesawat itu merupakan bagian dari realisasi kontrak yang ditandatangani pada 16 Agustus 2011 untuk pengadaan 12 pesawat jenis SSJ 100 kapasitas 87 dan 97 penumpang dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC).

Sumber : Liputan6.com